SIAPA KAMI?

Wisata Kebun Kelengkeng Desa Jerukagung merupakan destinasi wisata edukasi yang dikelola oleh BUMDes Agung Makmur. Pengunjung dapat menikmati pengalaman memetik buah kelengkeng langsung dari pohonnya, mempelajari budidaya tanaman, serta menikmati suasana kebun yang asri.

Sejarah Kebun

Kebun Kelengkeng Jerukagung lahir dari keinginan Pemerintah Desa Jerukagung untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Gagasan tersebut kemudian dibahas bersama berbagai lembaga desa melalui musyawarah untuk mencari potensi unggulan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadi identitas desa.

Setelah melakukan pencarian informasi mengenai berbagai komoditas buah, Pemerintah Desa memperoleh masukan dari Camat Klirong saat itu untuk melakukan studi banding ke BUMDes Borobudur, Kabupaten Magelang. Dari kunjungan tersebut, Desa Jerukagung mempelajari secara langsung budidaya kelengkeng bersama Bapak Mugiyanto, seorang praktisi yang dikenal luas sebagai pengembang budidaya kelengkeng di Indonesia.

Hasil studi banding tersebut memperkuat keyakinan seluruh unsur desa untuk mengembangkan tanaman kelengkeng. Tantangan berikutnya adalah ketersediaan lahan. Pemerintah Desa kemudian menjalin kerja sama dengan pemilik lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara optimal melalui perjanjian sewa selama 20 tahun yang dimulai pada Desember 2020.

Proses pembangunan kebun dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan semangat gotong royong. Pembersihan lahan dilakukan secara manual oleh masyarakat bersama Pemerintah Desa dan BUMDes. Selain membangun kawasan kebun, pemerintah juga mulai melakukan penataan lingkungan, membangun pendopo, serta menyediakan berbagai sarana pendukung.

Pada awal pengembangan, tidak sedikit masyarakat yang meragukan keberhasilan budidaya kelengkeng karena banyak pohon kelengkeng di sekitar desa yang telah berumur puluhan tahun namun belum pernah berbuah. Namun keraguan tersebut dijawab dengan persiapan yang matang, mulai dari analisis kondisi tanah, pendampingan teknis, hingga penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan karakteristik wilayah Jerukagung.

Penanaman perdana dilaksanakan pada 16 Maret 2021 dan dihadiri oleh Bupati Kebumen. Selama menunggu pohon kelengkeng memasuki masa produktif, kawasan kebun dimanfaatkan dengan sistem tumpangsari melalui penanaman cabai, bayam, kangkung, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya yang dikelola oleh kelompok masyarakat, PKK, Karang Taruna, serta Pemerintah Desa. Program ini tidak hanya menjaga produktivitas lahan, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengembangan kebun.

Upaya tersebut membuahkan hasil ketika panen perdana kelengkeng berhasil dilaksanakan pada Februari 2023, yang turut dihadiri oleh Bupati Kebumen dan perwakilan pemerintah pusat. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Desa Jerukagung mampu mengembangkan budidaya kelengkeng secara optimal meskipun sebelumnya sempat diragukan.

Hingga saat ini, Kebun Kelengkeng Jerukagung terus berkembang sebagai kawasan agrowisata, pusat edukasi budidaya kelengkeng, sekaligus ikon Desa Jerukagung. Pengembangan kebun ini juga menjadi bagian dari visi pembangunan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

  • Pemanfaatan pekarangan yang kurang maksimal

1. Menyediakan destinasi wisata kebun kelengkeng yang nyaman, aman, dan ramah bagi seluruh pengunjung.

2. Memberikan edukasi mengenai budidaya tanaman kelengkeng kepada masyarakat, pelajar, dan pengunjung.

3. Mengembangkan potensi wisata desa melalui pengelolaan kebun yang berkelanjutan.

4. Meningkatkan nilai ekonomi desa melalui pengembangan produk dan layanan berbasis kebun kelengkeng.

5. Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung kemajuan wisata dan pemberdayaan masyarakat.

Scroll to Top